Selasa, 30 Agustus 2011

Hidup Ini Saling Melengkapi, Nak

Seorang anak perempuan duduk bersama kakak laki-lakinya di sebuah teras rumah. Mereka memperhatikan orang-orang di sekeliling mereka yang sedang bekerja pada siang hari yang panas itu. Mereka pun membicarakan cita-cita mereka saat dewasa kelak. "Kalau besar nanti kita jadi apa ya?"

Mereka terlihat bingung memikirkan hal tersebut. Hingga ibu mereka mendatanginya dan menanyakan, "Sedang mikirin apa kalian?". Sang kakak menjawab, " Kami baru saja memperhatikan orang-orang disana itu yang lagi kerja, lalu kami mikir kalau besar nanti kami kerja jadi apa ya, Bu?". Sang ibu tersenyum mendengar jawaban anaknya tersebut, "Lha kakak sama adik pengennya jadi apa kalau besar nanti?" tanya ibu. "Mau jadi apa ya?" pikir kakak. "Jadi kuli bangunan aja, Kak!" sahut sang adik. "Eh, nggak mau! malu dong kalau jadi kuli" jawab kakak.. Kedua kakak beradik ini pun saling beradu mulut. "Lho memangnya kenapa kalau jadi kuli bangunan?" tanya ibu memotong pembicaraan mereka. "Kan malu Bu klalau jadi kuli, gajinya juga sedikit" jawab mereka kompak.
        Ibu pun kembali tersenyum kepada kedua anaknya itu. Sambil merangkul mereka ibu mengatakan sesuatu kepada mereka, "Hidup ini saling melengkapi. nak". "Maksudnya, Bu?" sahut kakak. "Coba lihat orang-orang di sekitar kita, ada yang jadi petani, ada yang jadi dokter, ada yang jadi kuli bangunan, ada yang jadi pedagang. Coba kalau nggak ada petani, kan nggak ada yang menghasilkan beras untuk kita makan sehari-hari, coba kalau nggak ada dokter, kalau sakit kita mau berobat ke siapa? Kalau nggak ada kuli bangunan, siapa yang mau membangun gedung-gedung dan rumah-rumah kita? Jadi, apapun pekerjaannya hidup ini saling melengkapi, Nak. Namun, ibu berpesan untuk kalian, carilah pekerjaan yang sekiranya mendatangkan banyak manfaat bagi orang lain" Jawab ibu panjang.
           
        Sebaik-baiknya orang, adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya.




1 komentar:

Saya harap anda puas membaca tulisan saya seperti halnya saya puas saat menulisnya.

You are what you write! Komentarmu mencerminkan isi otakmu. Mari bergabung bersama kami membudayakan berkomentar baik di internet. Jika tulisan diatas bermanfaat, sampaikan pada teman anda. Jika tidak, sampaikan pada saya