Rabu, 21 Desember 2011

Pelajaran Dari Kasus Sondang Hutagalung

us
                                                                                                           beritahukum.com
Howdy-Discuss - Pelaku bakar diri di Istana Negara pada 7 Desember 2011 lalu, Sondang Hutagalung dikabarkan mendapat gelar "Sarjana Kehormatan" dari Universitas Bung Karno, universitas dimana ia kuliah. Aksi bakar dirinya di depan Istana Negara tersebut dianggap sebagai bentuk perjuangan perubahan, membuat pihak UBK memberi apresiasi tinggi. Apa yang bisa kita ambil dari kasus ini?


Siapa sebenarnya Sondang Hutagalung? Sondang Hutagalung adalah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK). Ia dikenal aktif sebagai aktivis dalam organisasi mahasiswa. Sondang Hutagalung menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenis Untuk Rakyat Indonesia (Hammurabi).



Seperti pada laman Voanews.com yang saya baca edisi 11 Desmber 2011 yang berjudul SBY Sampaikan Belasungkawa untuk Keluarga Korban Tewas Aksi Bakar Diri. Dalam berita tersebut SBY menyampaikan belasungkawa mendalam untuk keluarga pelaku bakar diri, Sondang Hutagalung. SBY berharap kasus ini tidak terulang di masa yang akan datang. Bentuk keprihatinan saya terhadap kasus bakar diri ini Saya tuangkan dalam artikel berikut ini.

Aksi nekatnya untuk bakar diri yang dilakukannya di depan Istana Negara beberapa waktu lalu membuatnya kini harus menghembuskan nafas terakhir pada usia 22 tahun. Atas aksinya tersebut, UBK memberikan gelar "Sarjana Kehormatan" bagi mendiang Sondang Hutagalung. Sondang dianggap sebagai pejuang perubahan dan gerakan pembaharuan.

Ya, banyak orang yang menganggap Sondang adalah pahlawan atas aksi nekatnya tersebut. Banyak orang mengamini hal tersebut. Walaupun demikian, tidak semua orang mengapresiasi aksi tersebut.

Hak ini menimbulkan pertanyaan kepada Saya, "Kenapa orang yang bakar diri malah diberi  gelar  Sarjana Kehormatan?". Saya sendiri tidak memandang Sondang ialah pahlawan perubahan ataupun patriot pembaharuan seperti yang banyak orang amini. Sebagai seorang aktivis, kegigihan adalah mutlak baginya. Aktivis sejati akan memperjuangkan tujuannya walaupun banyak mengalami hambatan. Ya, saya juga sama dengan Sondang, saya juga prihatin kepada kondisi Indonesia saat ini. Tapi, hal ini bukan berarti kita sebagai warga negara untuk menempuh aksi nekat seperti bakar diri. Agama apapun pasti mengajarkan untuk terus berusaha, gigih, pantang menyerah, dan tidak putus asa.

Namun, kita perlu melihat kasus ini tidak hanya dalam satu sisi saja. Bagi segelintir orang, Sondang adalah orang yang berani memberikan apa saja untuk mengawali revolusi untuk menyelamatkan bangsa ini. Di sisi yang lain aksi Sondang ini menimbulkan keprihatinan oleh banyak pihak tak terkecuali orang-orang di Istana Negara. Presiden SBY pun menyampaikan belasungkawa dan menyatakan keprtihatinannya atas kasus ini .

Kasus Sondang telah menjadi tamparan yang keras bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya selama ini. Pemerintah tidak boleh diam saja. Kasus Sondang ini memperlihatkan  keprihatinan masyarakat yang telah memuncak terhadap kondisi bangsa saat ini

                                                                                                                                          Sondang Hutagalung (rumahmimpi.net)
Apa pelajaran yang bisa ambil dari kasus ini?
Kasus ini telah memberikan pelajaran yang sangat penting bagi kita masyarakat Indonesia. Saya percaya, tidak ada yang membenarkan tindakan bakar diri Sondang Hutagalung tersebut. Orang yang memperjuangkan tujuan mulia bagi negaranya harus terus maju, tidak ada kata menyerah. Mari kita terus membangun optimisme untuk bangsa ini ke depan, Saya rasa hal itu yang harus dibangun oleh masyakarat Indonesia saat ini. Ya, memang masyarakat prihatin dan kecewa dengan kondisi negara kita saat ini, tidak terkecuali saya sendiri. Tapi, dibalik itu kita harus optimis bahwa Indonesia akan lebih baik. Buang jauh-jauh kata pesimis di kamus kita. Mungkin sangat sulit untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, tapi kita harus percaya dan optimis, masih ada harapan di depan sana untuk kita bersama. Mari kita mulai dari pribadi kita sendiri untuk mewujudkan harapan tersebut. Mari kita awali revolusi dengan hati yang teguh dan ikhlas. Jangan hanya demo sana-sini tapi ujung-ujungnya bentro, jangan hanya banyak menuntut dan menentang, lebih baik kita berpikir Apa yang sudah saya berikan untuk bangsa ini. Jika tujuan kita mulia, niscaya jalan kita akan dimudahkan oleh Tuhan.
 

Bagaimana pun juga, Sondang sudah berjasa memperjuangkan penegakan hukum dan HAM di Indonesia selama hidupnya. Mari kita lanjutkan perjuangannya. Marilah kita berusaha bersama untuk memperjuangkan masa depan Indonesia walaupun banyak hambatan yang berat dan yang penting, masih ada harapan, bangun terus optimisme. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kita harus belajar dari kasus ini, jangan sampai terulang lagi di waktu yang akan datang. (yh)


9 komentar:

  1. indonesia memang memprihatinkan.....
    harusnya ga ada kasus kaya gini,,, god bless Indonesia

    BalasHapus
  2. Jangan liat aksi bakar diri tersebut dr sisi 'keputusasaan' saja. Hanya orang yang bodoh yg liat kejadian tersebut dari sisi itu saja.Bagaimana klo Sondang melakukannya untuk mengawali suatu revolusi atau paling tidak dia ingin menunjukkan bahwa para pemimpin negara ini sudah tidak cinta apalagi pada rakyat dan tanah air kita ini. Aktivis sejati akan melakukan dan mengorbankan apa saja miliknya untuk membangkitkan rasa pentingnya revolusi pd bangsanya demi menyelamatkan bangsa ini yg sudah terpuruk. Dia melakukannya bukan demi dirinya sendiri, ato agar dia bisa masuk surga. Dia juga tidak merugikan orang lain, dia tidak mengajak orang lain melakukannya. Dia rela masuk neraka agar kita bangsa Indonesia ini sadar bahwa kita harus berubah, kita harus melawan pemimpin lalim yg sudah sngat keterlaluan merusak Tanah Air kita. Boleh kita bilang dia bakar diri karna dia hanya putus asa aja KALAU kita pernah melakukan apa yg telah ia lakukan. Yg pasti Hanya orang yang bodoh yg liat kejadian tersebut dari sisi 'keputusasaan' saja dan bilang itu karna putus asa saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sangat setuju pendapat anda

      Hapus
  3. hmm.. nggak bakal habis kalo dibahas terus, pro kontra sudah biasa di media.
    yg penting kita ambil hikmahnya saja

    BalasHapus
  4. Ingin meniru Tunisia tapi salah tempat dan waktu....

    BalasHapus
  5. perisitiwa itu bagi saya puncak ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah

    BalasHapus
  6. untuk memperjuangkan revolusi ke arah yang baik harus dengan cara yang benar, Aksi bakar diri sama dengan bunuh diri adalah contoh yang salah, kita menuntut pemerintah yang baik sementara rakyatnya juga kurang baik, pemimpin untuk negara demokratis adalah asalnya dari rakyat kalau rakyatnya belum baik mana bisa menghasilkan pemimpin yg baik, itu pendapat saya,,,kalau tidak sependapat ya wajar

    BalasHapus
  7. inilah pejuang yang Sesungguhnya, apa yang dilakukan sondang merupakan bentuk kekecewaannya terhadap kinerja pemerintah. aku akan meneruskan aksi sondong jika pemerintag kinerjanya masih sembraut kayak gini

    BalasHapus
  8. inilah bukti saking kecewanya aktivis yg tidak pernah dihargai pendapatnya , padahal aktivis HAM menjalankan misi nya untuk kita semua ,,,
    seharusnya dengan kejadian ini pemerintah dapat mengerti apa sebab sondang melakukannya,
    sondang god bless u

    BalasHapus

Saya harap anda puas membaca tulisan saya seperti halnya saya puas saat menulisnya.

You are what you write! Komentarmu mencerminkan isi otakmu. Mari bergabung bersama kami membudayakan berkomentar baik di internet. Jika tulisan diatas bermanfaat, sampaikan pada teman anda. Jika tidak, sampaikan pada saya