Sabtu, 29 November 2014

Belajar Anti Korupsi di Bus ACLC

                                                                                                                                    Bus ACLC (@YusufHarfi)
Ada pemandangan yang berbeda jika kita berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta. Sebuah bus besar hitam dengan logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depannya terparkir di dekat pintu masuk Taman Pintar.

Yap,
inilah bus baru yang dimiliki oleh Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK). Bus ini dinamai Bus ACLC (Anti Corruption Learning Center). Sesuai dengan namanya bus ini digunakan sebagai sarana sosialisasi dan belajar hal-hal yang berkaitan dengan pencegahan korupsi.

Awalnya saya sempat ragu untuk masuk ke dalam bus ini. Apakah harus beli tiket dulu untuk masuk ke dalam? Maklum tanggal tua dompet mulai menipis. Alibi klasik mahasiswa. Hehehe.. Tapi tidak lama kemudian seorang petugas dari dalam bus dengan ramah menyambut dan mempersilahkan saya langsung  masuk. Pertanyaan terjawab, gratis kok. Pak Mario dan Pak Rudy, adalah petugas perwakilan dari KPK yang menjadi guide saya melihat-lihat isi bus.

Komputar baru dan kursi empuk siap menyambut anda (@YusufHarfi)
Bus ACLC ini terwujud atas gagasan dari KPK, masyarakat dan Pemerintah Jerman melalui lembaga non-profit, GIZ (Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit). Seluruh pendanaan pengadaan bus ini seluruhnya dari hibah GIZ. Sebagai informasi, pemerintah Jerman memiliki kebijakan untuk mengalokasikan 30% pajak setiap orang Jerman untuk membantu negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dana yang dihibahkan nantinya harus digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti bus ini untuk mencegah korupsi. Nggak tanggung-tanggung men, bus dan seperangkat isinya ini bernilai 1,3 milyar.


Sudut lain bus (@YusufHarfi)

Bus ACLC sendiri diluncurkan secara resmi oleh KPK pada 13 Oktober 2014 lalu di Gedung KPK. Jogjakarta menjadi tujuan pertama ekspedisi bus ACLC ini. Tidak semata-mata menunjuk Jogja, ada alasana kenapa Jogja menjadi tujuan pertama bus ini. Pertama, Jogja adalah kota pelajar dimana banyak pelajar yang akan dijadikan target pencegahan anti korupsi. Kedua, angka korupsi di Jogja masih kecil dibanding kota-kota lain. Salut Jogja!

Beberapa program kegiatan akan dilakukan dengan bus ini selama singgah di Jogja hingga Desember mendatang. Bus ACLC akan berkeliling menyinggahi kampus-kampus di Jogja, pusat pelayanan publik, hingga ke pusat-pusat keramaian. 


Ada apa aja di dalam bus?

Saat masuk ke dalam bus saya disambut 10 personal komputer tertata rapi lengkap dengan kursi empuk untuk pengunjung. Di komputer tersebut disediakan aplikasi-aplikasi edukatif pencegahan korupsi. Diantaranya games anti-korupsi, pengetahuan tentang gratifikasi, bisa juga untuk mengakses situs-situs KPK. Cuma itu aja? Nggak. Di bagian depan bus ini dilengkapi sebuah televisi 42 inch serta audio untuk luar dan dalam. Bisa juga nonton film bareng lho disini. Siapa saja, anak-anak dari PAUD sampe dewasa dapat berkunjung ke bus ini.

Serius nembak koruptor disini susah sekali, setengah jam main gue kalah terus. Bantu gue melawan korupsi men!! (@YusufHarfi)

Bermain sambil belajar. Gratifikasi adalahh... (@YusufHarfi)

Bus ini punya misi, men. Bus ini dibawah deputi pencegahan KPK, jadi bus ini punya misi untuk mencegah korupsi dari anak-anak hingga dewasa. Kata Pak Mario upaya pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini. Semoga misinya tercapai ya, Pak. Amin

"Masyarakat sangat antusias dengan adanya bus ini, setelah beberapa haru beroperasi, banyak yang mengunjungi bus ini bahkan datang dari dareh lain. Kami senang masyarakat menyambut dengan baik. Yang jelas bus ini dapat dikunjungi secara gratis", kata Pak Mario.

Jadi, buat kamu yang lagi di Jogja, atau mau ke Jogja, atau sengaja pengen mengunjungi bus ini. Tunggu apa lagi? 

Sukses selalu buat KPK!


Bersama kita membangun integritas bangsa. Iya, Kita. (@YusufHarfi)

2 komentar:

  1. Anjritt,,, keren gila busnya :) pengen nyobain ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cobain aja beroo, keluar dari bis makin alim aku jamin :))

      Hapus

Saya harap anda puas membaca tulisan saya seperti halnya saya puas saat menulisnya.

You are what you write! Komentarmu mencerminkan isi otakmu. Mari bergabung bersama kami membudayakan berkomentar baik di internet. Jika tulisan diatas bermanfaat, sampaikan pada teman anda. Jika tidak, sampaikan pada saya