Rabu, 17 Oktober 2012

Hot Topic : Mahalnya Sebuah Berita


                                                                                                                                                        nanangs.blogdetik.com
Hot Topic - Perkembangan media kini sangat cepat. Di era internet seperti sekarang, berbagai berita dan informasi dapat dinikmati setiap waktu. Berita yang baru saja terjadi pun dapat kita ketahui dalam hitungan jam bahkan hitungan detik Setiap berita peristiwa yang siap disajikan pada masyarakat didasarkan oleh hasil kegiatan peliputan secara langsung di tempat kejadian. Oleh karena itu, jurnalis memegang peran penting dalam sebuah peliputan berita.





Untuk medapatkan sebuah peliputan yang aktual, seorang jurnalis dituntut cepat turun ke lapangan. Sebuah peristiwa pun bisa kapan saja terjadi. Contoh yang mudah, terjadi kebakaran di sebuah pasar di Jakarta, agar peristiwa tersebut dapat disebarluaskan pada masyarakat, jurnalis dituntut untuk cepat menuju lokasi kebakaran.

Ttidak jarang jurnalis mendapatkan halangan ketika akan meliput sebuah peristiwa. Mulai dari harus menuju medan yang sulit, menjadi korban tindak kekerasan, hingga harus ditugaskan di daerah konflik yang dapat membahayakan keselamatannya. Sebagai contoh, pada peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi beberapa waktu yang lalu. Jurnalis bersama tim SAR ikut menyusuri Gunung Salak yang medannya sulit untuk mencari informasi mengenai korban yang hilang. Lantas bagaimana jurnalis yang mendapatkan tugas di daerah yang sedang konflik? Tentu saja hal itu dapat mengancam keselamatannya. Kita tentu masih ingat, dua orang jurnalis Metro TV pernah disandera selama beberapa hari ketiga bertugas di sebuah negara yang sedang konflik, Irak. Semua resiko tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas.

Bagaimana dengan perlakuan kekerasan yang menimpa jurnalis? Sepertinya berita tersebut bukan berita baru  lagi.  Dilansir dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), dalam kurun waktu Januari hingga Mei saja telah terjadi 20 kasus kekerasan terhadap jurnalis yang sedang bertugas. Peristiwa yang paling baru, seorang jurnalis harian Riau Post mendapat perilaku kekerasan oleh oknum TNI, ia dicekik dan dipukuli saat meliput peristiwa jatuhnya pesawat Hawk milik TNI di Riau. Aksi solidaritas para jurnalis pun diadakan di berbagai daerah di Indonesia yang mengecam tindakan represif oknum TNI tersebut. Sanksi yang tidak tegas dituding sebagai sebab terus terjadinya kekerasan terhadap jurnalis.

Kejadian tersebut hendaknya menyadarkan kita bahwa agar dapat menyajikan sebuah berita, bukanlah hal yang mudah. Banyak resiko yang harus ditanggung seorang jurnalis dalam rangka mengemban tugasnya tersebut. *)Yusuf Harfi/The Howdy Indonesia


Artikel Sebelumnya:

3 komentar:

  1. gak pantes bgt tuh masak perwira TNI kaya gitu, smg tdk terulang lah

    BalasHapus
  2. sudah selayaknya jurnalis mendpat perlakuan yg baik,,semoga kejadian ini tidak terulang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo dipikir, tanpa mereka kita gak bisa dpt informasi yd uptodate lho ya

      Hapus

Saya harap anda puas membaca tulisan saya seperti halnya saya puas saat menulisnya.

You are what you write! Komentarmu mencerminkan isi otakmu. Mari bergabung bersama kami membudayakan berkomentar baik di internet. Jika tulisan diatas bermanfaat, sampaikan pada teman anda. Jika tidak, sampaikan pada saya